24 September 2011
kau turun
bawa air dan api
lalu kau bangun
telaga dan obor api
aku sebagai telaga lain
memadamkan apimu,
yang mengamuk,
cemari telagamu
Sabtu, 01 Oktober 2011
Jumat, 30 September 2011
BELENGGU
18 September 2011
Pena untuk merancang denah masa depanku
kini tak jauh dari tanah kelahiranku
Hendak kubeli segera, tak ku ajak bunda
Tapi apa daya, ku terlalu belia
Ku meringkuk,
terbelenggu,
lalu layu
Pena untuk merancang denah masa depanku
kini tak jauh dari tanah kelahiranku
Hendak kubeli segera, tak ku ajak bunda
Tapi apa daya, ku terlalu belia
Ku meringkuk,
terbelenggu,
lalu layu
Ada Rindu yang Tertinggal
6 September 2011
ada rindu
yang tertinggal
dilantai teras rumahmu
yang menunggu
kau duduk disana
sambil tersenyum
dibalik pesan singkatku
ada rindu
yang tertinggal
dilantai teras rumahmu
yang menunggu
kau duduk disana
sambil tersenyum
dibalik pesan singkatku
Rabu, 28 September 2011
KAMAR
25 Agustus 2011
kamar selalu bisa melihat, menjaga,
atau jika kau di dalamnya, ia selalu bisa menahan tanya :
“mengapa kau menatap langit-langitku dengan putus asa?”
Kamar selalu bisa
tapi malam itu kamar tak berdaya
ia terbelenggu oleh takdir dan hampir rubuh karena duka :
“mengapa aku tak bisa mencegahmu menjelma menjadi pusara”
kamar merasa berdosa
kamar selalu bisa melihat, menjaga,
atau jika kau di dalamnya, ia selalu bisa menahan tanya :
“mengapa kau menatap langit-langitku dengan putus asa?”
Kamar selalu bisa
tapi malam itu kamar tak berdaya
ia terbelenggu oleh takdir dan hampir rubuh karena duka :
“mengapa aku tak bisa mencegahmu menjelma menjadi pusara”
kamar merasa berdosa
Mencintaimu
23 Agustus 2011
mencintaimu,
tak perlu menjadi selembar kertas
sebatang pena
atau sepatah kata
cukup menjelma menjadi puisimu yang bermakna
mencintaimu,
tak perlu menjadi selembar kertas
sebatang pena
atau sepatah kata
cukup menjelma menjadi puisimu yang bermakna
Kasihan Sekali Kematianmu
23 Agustus 2011
kau akhirnya mati
benar-benar mati
bodohnya, kau mati sebelum mati
ironisnya, kau akan selamanya mati
sia-sia sekali
kau mati,
sejak sujudmu kau telantarkan hingga mati
kau akhirnya mati
benar-benar mati
bodohnya, kau mati sebelum mati
ironisnya, kau akan selamanya mati
sia-sia sekali
kau mati,
sejak sujudmu kau telantarkan hingga mati
SEKARAT
23 Agustus 2011
Ini jauh dari waktu
dari kata
dari makna
hanya kalian yang melekat
aroma dupa dan kematian
Ini jauh dari waktu
dari kata
dari makna
hanya kalian yang melekat
aroma dupa dan kematian
Langganan:
Postingan (Atom)


